Panduan Anti Plagiarisme

SUMBER: web Perpustakaan Pusat UGM di http://beta.lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=327

Anda juga bisa menemukan tulisan mengenai:

a. Dasar-dasar penelusuran online di: http://beta.lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=410

b. Tatacara sitasi:

c. Tatacara Penulisan Karya Akhir di: http://beta.lib.ugm.ac.id/ind/?page_id=287

PANDUAN ANTI PLAGIARISM

Pendahuluan
Perguruan Tinggi memiliki tanggungjawab yang besar untuk memberikan edukasi dan sosialisasi terkait dengan pencegahan tindakan plagiarisme. Hal ini mengingat perguruan tinggi merupakan salah satu produsen ilmu pengetahuan. Melalui tulisan ini diharapkan anggota civitas academica (mahasiswa, dosen dan staf kependidikan) mampu menghasilkan karya tulis yang berkualitas dan terhindar dari unsur plagiarime.

Saat ini mulai muncul beberapa kasus plagiarisme yang menjadi keprihatinan kita semua. Hal ini tentu saja perlu menjadi perhatian kita, Oleh karena itu tulisan mengenai plagiarisme menjadi salah satu hal yang penting dipahami oleh mahasiswa dan dosen, untuk menghindarkan diri dari praktik-praktik plagiat. Menghormati, mengakui dan memberikan penghargaan atas karya orang lain menjadi satu keharusan dalam memproduksi karya tulis. Kita ketahui bersama bahwa ilmu pengetahuan dikembangkan berdasarkan pada ilmu pengetahuan yang sudah ada sebelumnya. Sehingga tidak perlu ragu-ragu bagi siapapun (masyarakat akademis) ketika menyusun karya ilmiah/karya tulis, menyebutkan sumber rujukan. Hal ini harus dipahami sebagai kejujuran intelektual yang tidak akan menurunkan bobot karya tulis kita. Sebutkanlah dengan jujur, sumber rujukan yang kita gunakan, atau melakukan kutipan, sehingga akan terlihat jelas, bagian mana dari karya kita yang merupakan ide atau gagasan orang lain, dan yang mana yang merupakan ide atau gagasan kita sendiri.

Definisi Plagiarisme
Tidaklah mudah untuk mengatakan apakah suatu karya “ya” atau “tidak” mengandung unsur plagiat. Sehingga menjadi penting bagi kita untuk memahami definisi plagiarisme dari berbagai sumber.

Menurut Peraturan Menteri Pendidikan RI Nomor 17 Tahun 2010 dikatakan:

“Plagiat adalah perbuatan sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh atau mencoba memperoleh kredit atau nilai untuk suatu karya ilmiah, dengan mengutip sebagian atau seluruh karya dan atau karya ilmiah pihak lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa menyatakan sumber secara tepat dan memadai”

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2008) disebutkan:

“Plagiat adalah pengambilan karangan (pendapat dan sebagainya) orang lain dan menjadikannya seolah-olah karangan (pendapat) sendiri”.

Menurut Oxford American Dictionary dalam Clabaugh (2001) plagiarisme adalah:

“to take and use another person’s ideas or writing or inventions as one’s own”

Menurut Reitz dalam Online Dictionary for Library and Information Science (http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_p.aspx) plagiarisme adalah : “Copying or closely imitating take work of another writer, composer etc. without permission and with the intention of passing the result of as original work”

Definisi di atas semoga bisa kita cermati, sehingga kita memahami apa yang dimaksud dengan plagiarisme. Dengan demikian, pemahaman ini sebagai pegangan bagi kita untuk tidak melakukan tindakan plagiat.

Ruang Lingkup Plagiarisme
Berdasarkan beberapa definisi plagiarisme di atas, berikut ini diuraikan ruang lingkup plagiarisme:

  1. Mengutip kata-kata atau kalimat orang lain tanpa menggunakan tanda kutip dan tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  2. Menggunakan gagasan, pandangan atau teori orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  3. Menggunakan fakta (data, informasi) milik orang lain tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  4. Mengakui tulisan orang lain sebagai tulisan sendiri.
  5. Melakukan parafrase (mengubah kalimat orang lain ke dalam susunan kalimat sendiri tanpa mengubah idenya) tanpa menyebutkan identitas sumbernya.
  6. Menyerahkan suatu karya ilmiah yang dihasilkan dan /atau telah dipublikasikan oleh pihak lain seolah-olah sebagai karya sendiri.

Tipe Plagiarisme
Menurut Soelistyo (2011) ada beberapa tipe plagiarisme:

  1. Plagiarisme Kata demi Kata (Word for word Plagiarism). Penulis menggunakan kata-kata penulis lain (persis) tanpa menyebutkan sumbernya.
  2. Plagiarisme atas sumber (Plagiarism of Source). Penulis menggunakan gagasan orang lain tanpa memberikan pengakuan yang cukup (tanpa menyebutkan sumbernya secara jelas).
  3. Plagiarisme Kepengarangan (Plagiarism of Authorship). Penulis mengakui sebagai pengarang karya tulis karya orang lain.
  4. Self Plagiarism. Termasuk dalam tipe ini adalah penulis mempublikasikan satu artikel pada lebih dari satu redaksi publikasi. Dan mendaur ulang karya tulis/ karya ilmiah. Yang penting dalam self plagiarism adalah bahwa ketika mengambil karya sendiri, maka ciptaan karya baru yang dihasilkan harus memiliki perubahan yang berarti. Artinya Karya lama merupakan bagian kecil dari karya baru yang dihasilkan. Sehingga pembaca akan memperoleh hal baru, yang benar-benar penulis tuangkan pada karya tulis yang menggunakan karya lama.

Mengapa Plagiarisme Terjadi
Beberapa tindakan plagiat terjadi di sekitar kita. Tentu saja hal ini cukup menjadi perhatian kita semua, sehingga menjadi sangat penting bagi kita untuk mengantisipasi tindakan ini. Tindakan plagiat akan mencoreng dan memburamkan dunia akademis kita dan tidak berlebihan jika plagiarisme dikatakan sebagai kejahatan intelektual. Ada beberapa alasan pemicu atau faktor pendorong terjadinya tindakan plagiat yaitu:

  1. Terbatasnya waktu untuk menyelesaikan sebuah karya ilmiah yang menjadi beban tanggungjawabnya. Sehingga terdorong untuk copy-paste atas karya orang lain.
  2. Rendahnya minat baca dan minat melakukan analisis terhadap sumber referensi yang dimiliki.
  3. Kurangnya pemahaman tentang kapan dan bagaimana harus melakukan kutipan.
  4. Kurangnya perhatian dari guru ataupun dosen terhadap persoalan plagiarisme.

Apapun alasan seseorang melakukan tindakan plagiat, bukanlah satu pembenaran atas tindakan tersebut.

Menghindari Tindakan Plagiarisme
Beberapa upaya telah dilakukan institusi perguruan tinggi untuk menghindarikan masyarakat akademisnya, dari tindakan plagiarisme, sengaja maupun tidak sengaja. Berikut ini, pencegahan dan berbagai bentuk pengawasan yang dilakukan antara lain (Permen Diknas No. 17 Tahun 2010 Pasal 7):

  1. Karya mahasiswa (skripsi, tesis dan disertasi) dilampiri dengan surat pernyataan dari yang bersangkutan, yang menyatakan bahwa karya ilmiah tersebut tidak mengandung unsur plagiat.
  2. Pimpinan Perguruan Tinggi berkewajiban mengunggah semua karya ilmiah yang dihasilkan di lingkungan perguruan tingginya, seperti portal Garuda atau portal lain yang ditetapkan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi.
  3. Sosialisasi terkait dengan UU Hak Cipta No. 19 Tahun 2002 dan Permendiknas No. 17 Tahun 2010 kepada seluruh masyarakat akademis.

Selain bentuk pencegahan yang telah disebutkan di atas, sebagaimana ditulis dalam http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism, ada langkah yang harus diperhatikan untuk mencegah atau menghindarkan kita dari plagiarisme, yaitu melakukan pengutipan dan/atau melakukan paraphrase.

  1. Pengutipan
    1. Menggunakan dua tanda kutip, jika mengambil langsung satu kalimat, dengan menyebutkan sumbernya.
    2. Menuliskan daftar pustaka, atas karya yang dirujuk, dengan baik dan benar. Yang dimaksud adalah sesuai panduan yang ditetapkan masing-masing institusi dalam penulisan daftar pustaka.
  2. Paraphrase
    1. Melakukan parafrase dengan tetap menyebutkan sumbernya. Parafrase adalah mengungkapkan ide/gagasan orang lain dengan menggunakan kata-kata sendiri, tanpa merubah maksud atau makna ide/gagasan dengan tetap menyebutkan sumbernya.

Selain dua hal di atas, untuk menghindari plagiarisme, kita dapat menggunakan beberapa aplikasi pendukung antiplagiarisme baik yang berbayar maupun gratis. Misalnya:

  1. Menggunakan alat/aplikasi pendeteksi plagiarisme. Misalnya: Turnitin, Wcopyfind, dan sebagainya.
  2. Penggunaan aplikasi Zotero, Endnote dan aplikasi sejenis untuk pengelolaan sitiran dan daftar pustaka. [1]

Tips menulis, agar terhindar dari plagiarisme

  1. Tentukan buku yang hendak anda baca
  2. Sediakan beberapa kertas kecil (seukuran saku) dan satukan dengan penjepit.
  3. Tulis judul buku, pengarang, penerbit, tahun terbit, tempat terbit, jumlah halaman pada kertas kecil paling depan
  4. Sembari membaca buku, salin ide utama yang anda dapatkan pada kertas-kertas kecil tersebut.
  5. Setelah selesai membaca buku, anda fokus pada catatan anda
  6. Ketika menulis artikel, maka jika ingin menyitir dari buku yang telah anda baca, fokuslah pada kertas catatan.
  7. Kembangkan kalimat anda sendiri dari catatan yang anda buat

Sanksi Plagiarisme
Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengatur sanksi bagi orang yang melakukan plagiat, khususnya yang terjadi dilingkungan akademik. Sanksi tersebut adalah sebagai berikut (Pasal 70):

Lulusan yang karya ilmiah yang digunakannya untuk mendapatkan gelar akademik, profesi, atau vokasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 Ayat (2) terbukti merupakan jiplakan dipidana dengan pidana penjara paling lama dua tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).

Peraturan Menteri Nomor 17 Tahun 2010 telah mengatur sanksi bagi mahasiswa yang melakukan tindakan plagiat. Jika terbukti melakukan plagiasi maka seorang mahasiswa akan memperoleh sanksi sebagai berikut:

  1. Teguran
  2. Peringatan tertulis
  3. Penundaan pemberian sebagian hak mahasiswa
  4. Pembatalan nilai
  5. Pemberhentian dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  6. Pemberhentian tidak dengan hormat dari status sebagai mahasiswa
  7. Pembatalan ijazah apabila telah lulus dari proses pendidikan.

 

Daftar Pustaka
Avoiding Plagiarism. http://writing.mit.edu/wcc/avoidingplagiarism

Claubaugh, G.K. & Rozycki, E.G. (2001). The Plagiarism Book: A Student’s Manual.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Plagiat di Perguruan Tinggi

Reitz, Joan M. Online Dictionary for Library and Information Science. Dalam http://www.abc-clio.com/ODLIS/odlis_p.aspx

Soelistyo, H. (2011). Plagiarisme: Pelanggaran Hak Cipta dan Etika. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Supriyadi, D. (2013). Integritas Akademik. Dalam http://mmr.ugm.ac.id/index.php/akademik/integritas-akademik

Undang-Undang No. 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta

Zulkarnaen. (2012). Menghindari Perangkap Plagiarisme dalam Menghasilkan Karya Tulis Ilmiah. Makalah. Disampaikan pada Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah, Lembaga Penelitian, Universitas Jambi, 16 Januari 2012.


[1] Pada dokumen lain dijelaskan penggunaan Zotero dan Mendeley dalam proses pembuatan daftar pustaka.

Kontributor: Purwani Istiana & Purwoko

Advertisements

PERANGKAT LUNAK LEGAL DI LINGKUNGAN UGM (PSDI)

Kunjungi langsung webnya di sini

OPEN VALUE SUBSCRIPTION (MICROSOFT CAMPUS AGREEMENT)

  1. MSCA UGM yang tesedia untuk Dosen dan Staff UGM :
    • Windows 7 Professional.
    • Windows 8 Professional.
    • Windows 8.1 Professional.
    • Microsoft Office 2010 Professional Plus for Windows.
    • Microsoft Office 2013 Professional Plus for Windows.
    • Microsoft Office 2011 for Mac.
  2. MSCA UGM yang tesedia untuk Mahasiswa UGM
    • Microsoft Office 2010 Professional Plus for Windows.
    • Microsoft Office 2013 Professional Plus for Windows.

Jam kerja PSDI UGM :

Senin – Kamis, pukul 08.00 – 16.00 WIB
Jumat, pukul 08.00 – 15.00 WIB
Jam Istirahat, pukul 12.00 – 13.00 WIB

Layanan Perpustakaan Pusat UGM

koleksi tesisLayanan Tesis dan Disertasi Elektronik dari Perpustakaan Pusat UGM bisa diakses di sini  (http://etd.ugm.ac.id).

Dengan mengetikkan pencarian tema/kata kunci via search, maka kita bisa mengakses ABSTRAK penelitian. Beberapa koleksi terbaru disertai file PDF: Abstrak, Bibliografi, Bab1, Bab5, Daftar Isi dan Judul yang bisa diunduh melalui jaringan internet. Adapun layanan dokumen lengkap hanya bisa diakses via jaringan intranet komputer tertentu yang berada di perpustakaan ruang tesis disertasi berada (Sumber Gambar: koleksi tesis dan disertasi perpustakaan pusat UGM)

Konversi Desimal Longitude dan Latitude di Google Map

longlat

Sering kita temui titik koordinat suatu tempat di google map dalam bentuk desimal degrees, padahal GPS/smartphone entry dalam bentuk Degrees, Minutes, Seconds Latitude/Longitude. Itulah mengapa diperlukan konversi.

Alamat tautan untuk konversi bisa di klik disini

Misalnya:

Pantai Baru di Bantul, DIY di google map titik koordinatnya:

latitude: -7.9883901 (LS)

longitude: 110.2209806 (BT)

setelah dimasukkan konversi, maka diperoleh:

Latitude: 7° 59′ 18.2034″

Longitude: 110° 13′ 15.531″

Pengalaman Mengurus Ethical Clearance dan Ijin Penelitian

Setelah Seminar Proposal selesai dilakukan, maka mahasiswa akan memperoleh hasil/bukti berupa:
“Berita acara telah melakukan seminar proposal” yang disertai dengan keterangan:
1. Perlu/tidaknya mengulang seminar proposal
2. Keputusan penelitian dapat dilakukan setelah:

  • Memperbaiki proposal sesuai saran dan masukan (revisi judul, bab I, II dan III)
  • Mengurus Ethical Clearance (EC) di Komisi Etik FK UGM (Lantai 2 sayap Barat sebelah selatan Gd. Radioputro)

Mahasiswa yang mendapat hasil yang ke-2, maka secepatnya dilakukan revisi dan mengkonsultasikan ulang proposal penelitiannya ke dosen pembimbing 1 dan 2. Tandatangan dari kedua dosen pembimbing dan tanggal pengesahan yang telah diperoleh setelah disetujuinya proposal dapat digunakan untuk mengurus EC dan ijin penelitian.
Yang dibutuhkan untuk mengurus perijinan:
1. Surat pengantar dari prodi: untuk mengurus EC dan ijin penelitian
2. Fotocopy Proposal yang telah ditandatangani pembimbing setelah seminar proposal. Dari pengalaman penelitian di puskesmas di salah satu kabupaten di suatu provinsi DIY maka diperlukan proposal minimal rangkap 6 terdiri dari:

  • 3 untuk komisi etik,
  • 1 untuk ditunjukkan ke prodi sewaktu mengurus surat pengantar EC dan ijin penelitian,
  • 1 untuk dilampirkan sewaktu mengurus perijinan di provinsi,
  • 1 untuk dilampirkan sewaktu mengurus perijinan di kabupaten/kota

3. Formulir yang diperlukan untuk EC: rangkap 3
4. Lembar penjelasan dan persetujuan calon subyek
5. CV peneliti
6. Case report form (bila ada)
7. Brosur produk
8. Instrumen penelitian: kuesioner, pedoman wawancara/FGD, lembar observasi, dll.
9. FC Sertifikat GCP (Uji Klinik)

Mengurus Ethical Clearance (EC)
Mulai Juli ini jadwal kerja pelayanan Komisi Etik : 09.00-15.00 WIB.
Bagan Alir:
Permohonan Surat Keterangan Kelaikan Etik (Ethical Approval)
pada Komisi Etik Penelitian Kedokteran dan Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada
Proposal Penelitian (Rangkap 3 dan 1 softcopy)
• Bila proposal berasal dari mahasiswa, harus diketahui atau disetujui pembimbing (sertakan surat pengantar dari bagian asal pembimbing, atau ketua program studi)
• Bila proposal merupakan penelitian dosen atau tim dosen, sertakan surat pengantar dari bagian asal ketua peneliti
• Bila proposal berasal dari peneliti di luar Fakultas Kedokteran UGM, sertakan surat pengantar dari institusi atau kantor tempat ketua peneliti berasal

Mengisi formulir yang sesuai (tersedia di web: fk.ugm.ac.id dan sekretariat Komisi Etik
Dimasukkan ke Sekretariat Komisi Etik: Gedung Radiopoetro Lt 2 Sayap Barat, Telp. 9017225 (dari lingkungan UGM), 0274-7134955, email: mhrec_fmugm@ugm.ac.id)
Pemohon membayar biaya administrasi melalui Rekening BNI atas nama BNI a/n UGM FKU KAF PENERIMAAN LAYANAN ETHICAL CLEARANCE No. 98888 070141 60369 (setor tunai ke loket BNI) ==> untuk S2 IKM UGM Rp.200.000,-
Sekretaris Komisi Etik menentukan kriteria proposal sebagai berikut:
1. Exempted from review (Proposal dapat diberi surat keterangan kelaikan etik tanpa penelaahan) atau
2. Expedited Review (Proposal perlu ditelaah oleh minimal 2 orang penelaah yang ditunjuk oleh sekretaris) atau
3. Full Board Review (Proposal perlu didiskusikan dalam rapat panel Komisi Etik)
Apabila hasilnya adalah:
1. Disapproved (setelah melalui Full Board Review): tidak memperoleh Surat Kelaikan Etik
2. Resubmission ==> Proposal diperbaiki sesuai saran penelaah, dimasukkan lagi ke sekretariat) ==> Proposal ditelaah lagi ==> Surat Kelaikan Etik (Ethical Approval),(pemohon membawa bukti pembayaran untuk pengambilan)
3. Approved with Recommendation ==> Proposal diperbaiki sesuai saran penelaah, dimasukkan lagi ke sekretariat) ==> Surat Kelaikan Etik (Ethical Approval),(pemohon membawa bukti pembayaran untuk pengambilan)
4. Approved ==> Surat Kelaikan Etik (Ethical Approval),(pemohon membawa bukti pembayaran untuk pengambilan)

Pengajuan Ethical Approval
Peneliti membawa:
1. Surat pengantar dari bagian/prodi/fakultas (menunjukkan proposal dan berita acara seminar proposal)
2. Formulir rangkap 3 (download fk.ugm.ac.id/komisi-etik pada poin 5&6, subyek hewan poin 7, 8, 9)
3. Proposal rangkap 3 dan softcopy (softcopy bisa disampaikan dalam bentuk CD atau flashdisk atau diemail ke mhrec_fmugm@ugm.ac.id
Melampirkan (rangkap 3):
a. Lembar penjelasan kepada calon subyek dan lembar persetujuan calon subyek ( www.fk.ugm.ac.id/komisi-etik pada poin 10)
b. Curriculum vitae peneliti
c. Case report form (bila ada)
d. Brosur produk (jika penelitian menggunakan produk)
e. Kuesioner /pedoman wawancara/lembar observasi/intrumen penelitian
f. FC Sertifikat Good Clinical Practice (GCP) untuk penelitian Uji Klinik (peneliti/pembimbing/yang terkait dalam penelitian)
Setelah semua persyaratan tersebut, maka berkas administrasi akan diteliti kelengkapan dan kesesuaiannya oleh petugas, dan akan diminta untuk memperbaiki bila ada kekeliruan. Apabila semua syarat pengajuan sudah lengkap dan sesuai, maka akan diminta untuk menunggu email apabila perlu dilakukan revisi.
Waktu tunggu: minimal 1 bulan dari tanggal pengajuan, bisa lebih lama/lebih cepat tergantung penelitian yang dilakukan.
Pengalaman: data sekunder (Riskesdas, Rifaskes, IFLS, dll) waktu tunggu 1 bulan, tergantung jenis penelitian.
Catatan: metode penelitian disampaikan sejelas-jelasnya
a. Cara pengambilan data
b. Jenis data: sekunder (sudah tersedia datanya) atau primer (perlu dilakukan percobaan, wawancara, observasi, dll.)

Mengurus Ijin Penelitian
IZIN PENELITIAN (DALAM WILAYAH PROVINSI DIY) DAN REKOMENDASI PENELITIAN (LUAR WILAYAH PROVINSI DIY)

Biayanya Gratis (hanya Rp.5.000 untuk FC KTP, FC ijin penelitian dan amplop untuk dicap basah)
1. Surat pengantar dari Prodi IKM ditujukan kepada kepada Gubernur melalui Biro Administrasi Pembangunan Setda Prov. DIY yang sekurang-kurangmnya memuat:

  • Nama, Alamat lengkap instansi pemerintah /swasta pemohon, Nama Jabatan/pekerjaan dan alamat tempat tinggal penanggungjawab umum
  • Nama, jabatan / pekerjaan dan alamat tempat tinggal penanggung jawab Pelaksana dilapangan. (Supervisor).
  • Nama, Jabatan / pekerjaan dan alamat tempat tinggal pelaksana dilapangan Maksud dan tujuan mengadakan kegiatan.
  • Lokasi, Jangka waktu pelaksanaan kegiatan dan jumlah responden disertai daftar pertanyaan ( kuesioner )

2. Permohonan tersebut dilampiri dengan :

  • Proposal/Usulan kegiatan yang disahkan oleh guru/dosen pembimbing/pimpinan institusi
  • Kuesioner/daftar pertanyaan
  • Lokasi/wilayah kegiatan
  • Daftar nama peserta/pelaksana kegiatan

Prosedur : Datang  Ke  Gerai  P2T  dengan  membawa  persyaratan  yang  telah  ditentukan, disertai FC KTP pemohon (jadi Bawa FC KTP dulu, baru ke lantai 2, biar tidak naik-turun)

Waktu Penyelesaian:  Pemberian Ijin/rekomendasi atau penolakan untuk mengadakan kegiatan Penelitian atau sejenisnya berkait bidang pembangunan diberikan  selambat-lambatnya 2 hari kerja sejak diterimanya pengajuan Permohonan secara lengkap dan benar.
Pemberian Ijin/Rekomendasi atau penolakan untuk mengadakan kegiatan penelitian atau sejenisya menyangkut pengamanan (security) dan tenaga asing diberikan selambat- lambatnya 30 (tiga puluh)hari kerja sejak diterimanya pengajuan permohonan secara lengkap dan benar.
Masa berlaku izin/rekomendasi pelaksanaan kegiatan penelitian atau diberikan maksimal 3 (tiga) bulan sejak penerbitan, dan apabila diperlukan dapat mengajukan perpanjangan sebanyak 2(dua) kali sebelum habis masa berlakunya dengan menunjukkan izin sebelumnya.

Pengalaman: Lokasi lebih dekat bila lewat pintu belakang Kepatihan yang ada di Jl.Mataran. Gedung P2T  berada di lantai 2, fotocopy di lantai 1. Siapkan map yang berisi proposal penelitian, surat pengantar dari prodi dan FC KTP masing-masing 1 lembar. Setelah surat jadi (yang waktunya kurang dari 5 menit) maka difotocopy tergantung kebutuhan, dan naik lagi kelantai 2 untuk minta dicap basah.

IZIN PENELITIAN di wilayah Kabupaten/Kota
Tergantung Kabupaten/Kota. Pengalaman ini ditulis untuk penelitian yang berlokasi di Dinas Kesehatan dan Puskesmas di DIY.
IZIN PENDATAAN DAN PENELITIAN BARU:

  • Mengisi blanko permohonan
  • Surat Pengantar dari Bappeda Prop DIY ( bagi peminta izin dari luar prop DIY)
  • Surat pengantar dari sekolah/universitas atau lembaga lain untuk pemohon dari wilayah prop DIY
  • Proposal Penelitian
  • Kartu Identitas

Waktu yang dibutuhkan kurang-lebih 15 menit/tergantung antrian dan biayanya: gratis.

Menyampaikan surat ke instansi sesuai tembusan surat:
Surat Ijin Penelitian yang disampaikan akan terdapat tembusan yaitu:
1. Ijin Penelitian dari Provinsi: Gubernur, Ka. Adm Pem Provinsi, Ka Prodi IKM FK UGM, Dinkes Provinsi DIY, KPMPT Kabupaten/Kota yang terkait dan Arsip.
2. Surat Ijin Penelitian dari Provinsi yang tembusannya untuk KPMPT Kabupaten Kota tersebut yang digunakan untuk mengurus Surat Ijin Penelitian di Kabupaten/Kota.
3. Surat Ijin Penelitian dari Kabupaten/Kota tembusannya: Bupati/Walikota, Ka. Bappeda, Ka. Kesbanglinmas, Ka Dinkes Kab/Kota, Kepala UPT Puskesmas terkait dan Arsip.

OpenHDD

hddBila kita ketik OpenHDD di google search maka akan kita peroleh beberapa situs web terkait diantaranya:

1. http://www.openhdd.org/index.html

2. http://jointlearningnetwork.org/content/openhdd

3. http://www.globalhealthhub.org/2013/02/05/open-hdd-cleans-up-health-systems/

4. http://uhcforward.org/blog/2013/feb/5/open-hdd-cleans-health-systems

5. http://www.govhealthit.com/news/qa-3m-how-open-hdd-and-va-dod-iehr-will-trigger-innovation#.U6D8hfl_tvU

6. video : http://vimeo.com/84848724

 

Sebenarnya apakah OpenHDD?

openHDD (Health Data Dictionary) adalah solusi open source untuk menciptakan dan berbagi kamus data (kesehatan), atau data set minimum (Minimun Data Set). Keunikan jenisnya adalah fleksibilitas lengkap openHDD berkenaan dengan taksonomi. Apapun data atau struktur telah Anda tetapkan, openHDD dapat membantu Anda mendokumentasikannya.

Apa yang memicu adanya OpenHDD? Adalah adanya suatu kebutuhan semua negara ‘untuk bahasa yang umum dalam sistem kesehatan mereka, “tanpa kamus data, kebingungan dan salah tafsir sering terjadi.” Dengan openHDD di era JKN (BPJS Kesehatan), diharapkan dapat tercipta strategi baru “untuk meningkatkan cakupan kesehatan universal.”

Berikut hasil wawancara dengan Dr Alvin B. Marcelo (PhilHealth Chief Information and Technology Executive):

Mempromosikan Interoperabilitas Sistem Informasi Asuransi Kesehatan

Kebijakan, implementasi, teknologi, dan model skema cakupan kesehatan universal bervariasi dari satu negara ke negara. Namun, salah satu tantangan yang dihadapi oleh semua sistem adalah kebutuhan untuk pertukaran data yang konsisten. Data dan pertukaran informasi merupakan dasar untuk menjalankan sistem kesehatan yang sukses-tanpa itu penyedia layanan kesehatan, asuransi, lembaga pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya tidak dapat berkomunikasi secara efektif-yang dapat menyebabkan buruknya layanan ke pelanggan (customer care), sistem yang gagal untuk merespon kebutuhan bangsa, dan manajemen keuangan yang tidak memadai.

Salah satu alat untuk memerangi penghalang bagi keberhasilan ini, dan menyelaraskan bahasa organisasi kesehatan dan sistem informasi kesehatan yang berbeda, adalah openHDD – alat open source yang memungkinkan negara-negara untuk dengan mudah membuat, berbagi, dan membandingkan kamus data kesehatan (HDD). Konsep menciptakan openHDD dikembangkan selama dua tahun kolaborasi oleh kelompok kerja inti negara anggota JLN, dengan dukungan dari mitra JLN IT Track “PATH” dan PharmAccess.

Berbicara bahasa yang sama

Mengurangi biaya komputer, perbaikan dalam melek (literacy) komputer, dan munculnya jaringan komputer yang menciptakan peluang besar bagi penggunaan teknologi informasi untuk meningkatkan sistem kesehatan dan jasa dengan memfasilitasi komunikasi antar penyediaan layanan kesehatan dan pemangku kepentingan keuangan. Industri seperti penerbangan, perbankan, dan teknologi mobile telah mengambil keuntungan dari kesempatan ini untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka, dan sistem kesehatan sangat bisa mendapatkan keuntungan dari pelajaran yang sektor industri telah pelajari.

Mengenali sistem informasi kesehatan sebenarnya sejumlah serial/tatanan aplikasi yang bekerja sama, negara-negara dapat memperoleh peningkatan sinergi antara aplikasi, dan dengan demikian meningkatkan laba atas investasi (ROI) untuk sistem yang diperoleh atau dibangun. Sistem harus mampu “berbicara” bahasa yang sama untuk bekerja sama dalam melakukan proses asuransi kesehatan, dan standar memainkan peranan penting dalam menentukan kosa kata.

Peran HDD

Hubungan antara provider/penyedia dan pembayar/payers (dan penerima manfaat) adalah diperlukan untuk transaksi asuransi kesehatan. Sebuah HDD mendefinisikan istilah transaksi sehingga semua pihak secara jelas dapat memahami pertukaran antara sistem. Beberapa contoh bagaimana sebuah HDD dapat meningkatkan transaksi asuransi kesehatan meliputi:

• “klaim Clean“: Memungkinkan penyedia layanan untuk mengajukan klaim kepada pembayar yang mudah dipahami oleh masing-masing pihak sehingga untuk menghindari banyak penyebab untuk klaim harus ditolak.

• “Mempromosikan e-klaim“: Penyedia mengirimkan versi elektronik dari klaim sehingga komputer di kedua sisi bisa mengerti.

• Memperlancar “pembayaran ke penyedia/provider“: Pembayar secara elektronik merute pembayaran melalui sistem antar-perbankan untuk penyedia dan membuat pengiriman uang untuk membenarkan jumlah pembayaran.

• Mengirimkan kembali klaim “ditolak”: Dengan mendokumentasikan dan coding alasan untuk menolak klaim, proses resubmission (pendafataran kembali) klaim yang ditolak menjadi lebih sederhana dan lebih mudah.